Berita
IGPAUD Muslimat NU Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Pendidikan bersama UIN Walisongo

IGPAUD Muslimat NU Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Pendidikan bersama UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang — Sebanyak 167 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tergabung dalam Ikatan Guru PAUD Muslimat Nahdlatul Ulama (IGPAUD MNU) se-Jawa Tengah mengikuti kegiatan kunjungan edukatif dan capacity building di UIN Walisongo Semarang, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Theater Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) Kampus 2 UIN Walisongo tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas guru sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.

Peserta kegiatan terdiri atas guru-guru IGPAUD Muslimat NU se-Jawa Tengah serta pengurus Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU). Dari UIN Walisongo, kegiatan dihadiri Dekan FUHUM, Kepala Program Studi dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tim Admisi, serta Tim Humas.

Ketua YPM NU Wilayah Jawa Tengah, Dr. Umi Hanik, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan UIN Walisongo terhadap rombongan IGPAUD Muslimat NU Jawa Tengah.

“Ini menjadi momentum istimewa karena kami dapat berkunjung ke UIN Walisongo dan membangun kerja sama untuk mewujudkan peningkatan kualitas lembaga pendidikan PAUD, baik dari sisi kualifikasi guru, pengembangan lembaga, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Umi, sinergi antara lembaga pendidikan di bawah naungan Muslimat NU Jawa Tengah dan UIN Walisongo diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan PAUD.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat diimplementasikan secara konkret melalui berbagai program, di antaranya pelatihan bagi guru PAUD serta pemberian beasiswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang sarjana pada Program Studi PIAUD di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus dilanjutkan, termasuk melalui pelatihan bagi guru-guru PAUD dan beasiswa khusus bagi guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikan S1 PIAUD,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FUHUM UIN Walisongo, Dr. Mokh. Sya’roni, M.Ag., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran IGPAUD Muslimat NU Jawa Tengah sebagai bentuk kepercayaan sekaligus peluang untuk memperluas kemanfaatan perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, ini merupakan bagian dari kepercayaan kepada kami. Terima kasih dan selamat datang di FUHUM UIN Walisongo,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa FUHUM merupakan salah satu fakultas tertua di UIN Walisongo. Dalam perkembangannya, fakultas yang semula berfokus pada bidang Ushuluddin tersebut terus mengalami transformasi dengan memperluas kajian pada bidang humaniora.

Menurutnya, pengembangan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki UIN Walisongo diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong fakultas agar semakin berkembang dan diminati.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sya’roni juga menyoroti tantangan pendidikan PAUD di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, guru PAUD memiliki posisi penting dalam mendampingi anak-anak menghadapi lingkungan belajar yang semakin akrab dengan teknologi digital.

“Pendidikan pada level PAUD tidak dapat dipisahkan dari perkembangan zaman. Anak-anak saat ini sudah sangat familiar dengan teknologi, termasuk telepon seluler. Ada dampak positif dan negatif yang harus kita sikapi secara bijak,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Guru dituntut memiliki kapasitas yang memadai agar mampu mendampingi peserta didik dalam memilah informasi serta memastikan sumber pengetahuan yang dikonsumsi anak tetap berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.

“Capacity building ini harus menjadi momentum untuk terus mengembangkan kapasitas kita sebagai guru PAUD. Mari kita hadapi perkembangan zaman dengan kesiapan dan kemampuan yang terus ditingkatkan,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi UIN Walisongo yang disampaikan Kepala Pusat Admisi dan Promosi UIN Walisongo, Dr. Sayyidatul Fadhilah, M.Pd. Dalam paparannya, ia memperkenalkan berbagai informasi mengenai UIN Walisongo, termasuk peluang pendidikan dan penerimaan mahasiswa baru.

Momentum kunjungan semakin bermakna dengan dilaksanakannya penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang dan Yayasan Pendidikan Muslimat NU Jawa Tengah. Kerja sama tersebut mencakup bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai landasan penguatan sinergi kelembagaan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai program berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi guru PAUD, tetapi juga memperkuat kualitas kelembagaan pendidikan anak usia dini di lingkungan Muslimat NU Jawa Tengah.