
Uji Kemampuan Analisis dan Penguasaan Konsep, Mahasiswa UIN Walisongo Raih Juara III Olimpiade Kimia OASE 2026
UIN Walisongo Online, YOGYAKARTA – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Adinda Laelatul Husnah, berhasil meraih Juara III cabang Olimpiade Sains Kimia dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pada 3-6 November 2026. Prestasi tersebut diraih melalui kompetisi yang menguji tidak hanya penguasaan konsep kimia, tetapi juga kemampuan analisis, komunikasi ilmiah, dan argumentasi peserta.Babak final Olimpiade Sains Kimia tahun ini menghadirkan mekanisme yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kompetisi berlangsung dalam dua tahap dengan pendekatan yang menekankan kemampuan peserta menyelesaikan persoalan kontekstual dan mempertanggungjawabkan jawaban secara langsung di hadapan dewan juri.Pada tahap pertama, peserta menghadapi soal esai berbasis case study atau studi kasus. Peserta dituntut menganalisis permasalahan, menerapkan konsep-konsep kimia yang relevan, serta menyusun jawaban berdasarkan penalaran ilmiah.Selanjutnya, peserta yang mengikuti tahap kedua harus mempresentasikan hasil pemikirannya di hadapan tiga orang dewan juri. Tidak sekadar memaparkan jawaban, peserta juga diminta menuliskan kembali jawaban tersebut di papan tulis, menjelaskan tahapan penyelesaian, serta mengikuti sesi tanya jawab dengan para juri.Format tersebut membuat peserta harus benar-benar memahami konsep dan proses penyelesaian persoalan, bukan hanya menghafalkan rumus atau memperoleh jawaban akhir.Adinda mengungkapkan bahwa mekanisme final tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena menuntut kesiapan dalam menganalisis persoalan sekaligus mempertahankan jawaban secara ilmiah.”Final kali ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Pada tahap pertama kami diberikan soal esai berupa studi kasus yang harus dianalisis. Kemudian pada tahap kedua, kami harus menjelaskan kembali jawaban di hadapan tiga juri dengan menuliskannya di papan tulis, memaparkan proses penyelesaian, dan menjawab pertanyaan dari juri. Tantangannya bukan hanya mendapatkan jawaban yang benar, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik setiap langkah penyelesaian,” ungkap Adinda.Dosen pembimbing, Dr. Wirda Udaibah, S.Si., M.Si., mengapresiasi capaian yang diraih Adinda. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses belajar dan persiapan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga penguatan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi ilmiah.”Kompetisi seperti ini menuntut mahasiswa untuk memiliki pemahaman konsep yang kuat, kemampuan menganalisis permasalahan, serta keberanian menyampaikan dan mempertanggungjawabkan hasil pemikirannya. Saya mengapresiasi perjuangan Adinda hingga berhasil meraih Juara III. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan kecintaan terhadap ilmu kimia,” ujarnya.Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Walisongo Semarang, Dr. Umul Baroroh, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menilai capaian Adinda menunjukkan kemampuan mahasiswa UIN Walisongo dalam berkompetisi secara akademik di tingkat nasional.”Kami berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan berani mengikuti berbagai kompetisi ilmiah. Kampus akan terus mendorong tumbuhnya budaya akademik dan prestasi mahasiswa,” JelasUmul Baroroh.Capaian Adinda menjadi bukti bahwa kompetensi sains mahasiswa PTKIN terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui prestasi tersebut, UIN Walisongo terus mendorong penguatan budaya akademik yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi ilmiah.