
International Guest Lecture 2026, Prodi Pendidikan Matematika UIN Walisongo Hadirkan Guru Besar Goethe Universität untuk Berbagi Inovasi Pembelajaran Matematika
UIN Walisongo Online; Semarang — Program Studi Pendidikan Matematika UIN Walisongo Semarang menggelar International Guest Lecture 2026 dengan menghadirkan Prof. Dr. Mathias Ludwig dari Goethe Universität Frankfurt, Jerman, Selasa (29/9/2026). Kegiatan bertajuk “Fostering Future Mathematics Educators: Building Professional Identity through Creative and Meaningful Mathematics Teaching” tersebut membahas pentingnya pembentukan identitas profesional calon pendidik matematika di tengah perkembangan dunia pendidikan.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Matematika UIN Walisongo Semarang ini bertujuan memperluas wawasan mengenai inovasi pembelajaran matematika sekaligus mempersiapkan calon guru agar memiliki kompetensi akademik, kreativitas, dan kemampuan reflektif dalam menjalankan profesinya.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk pendidik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki nilai tanggung jawab, integritas, serta semangat pengabdian.
Menurutnya, salah satu tantangan besar dalam pembelajaran matematika di Indonesia adalah masih adanya anggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi sebagian peserta didik. Kondisi tersebut, kata dia, perlu dijawab melalui penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang lebih kreatif serta relevan dengan kebutuhan siswa.
“Calon guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis dalam memahami matematika, tetapi juga perlu membangun identitas profesional melalui pengalaman belajar, refleksi, kolaborasi, dan pendampingan,” ujar Prof. Musahadi dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap penyelenggaraan International Guest Lecture dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa Pendidikan Matematika agar menjadi calon pendidik yang terbuka terhadap perubahan, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Dalam sesi utama, Prof. Dr. Mathias Ludwig menjelaskan bahwa identitas profesional seorang guru matematika bukan sesuatu yang terbentuk secara instan, melainkan berkembang melalui pengalaman, nilai, keyakinan, praktik pedagogis, interaksi sosial, dan proses refleksi yang berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa seorang pendidik matematika tidak hanya bertugas menyampaikan konsep dan rumus, tetapi juga memiliki tanggung jawab menciptakan pengalaman belajar yang mampu membangun pemahaman peserta didik.
“Guru harus mampu memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, mencoba, mengeksplorasi, menemukan strategi, dan membangun pemahaman mereka sendiri,” jelas Prof. Ludwig.
Dalam paparannya, Prof. Ludwig juga memperkenalkan berbagai pendekatan pembelajaran matematika kreatif dan bermakna, seperti project-based learning, mathematical modelling, permainan matematika (math games), outdoor mathematics, integrasi matematika dengan seni (Math & Art), pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta pengembangan asesmen inovatif.
Menurutnya, pembelajaran matematika akan menjadi lebih bermakna apabila konsep-konsep abstrak dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik. Hubungan matematika dengan lingkungan, budaya, sejarah, maupun persoalan sehari-hari dapat membantu siswa memahami bahwa matematika bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan ilmu yang hadir dalam berbagai aspek kehidupan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber, dosen, dan mahasiswa. Peserta mendiskusikan berbagai isu terkait pengembangan identitas profesional guru, kreativitas dalam pembelajaran matematika, pemanfaatan teknologi, hingga tantangan penerapan pendekatan inovatif di ruang kelas.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Pendidikan Matematika UIN Walisongo Semarang berharap mahasiswa mampu mempersiapkan diri sebagai calon pendidik matematika yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan menciptakan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan bermakna.