Berita
Dari Stand Astronomi ke Pilihan Kuliah: Pengunjung MTQ Tertarik Daftarkan Anaknya ke UIN Walisongo

Dari Stand Astronomi ke Pilihan Kuliah: Pengunjung MTQ Tertarik Daftarkan Anaknya ke UIN Walisongo

UIN  Walisongo Online, Semarang — Kehadiran Stand Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 ternyata tidak hanya menarik perhatian pengunjung untuk mengenal astronomi dan ilmu falak. Lebih dari itu, interaksi edukatif di stand turut membuka ketertarikan masyarakat untuk menjadikan UIN Walisongo Semarang sebagai pilihan pendidikan tinggi bagi putra-putrinya.

Momen menarik tersebut terjadi ketika sejumlah pengunjung berdiskusi mengenai astronomi, ilmu falak, pengamatan benda langit, rukyatul hilal, hingga prospek pendidikan di UIN Walisongo. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai bidang keilmuan dan berbagai aktivitas Planetarium, salah seorang pengunjung menyampaikan ketertarikannya untuk mendaftarkan anaknya kuliah di UIN Walisongo Semarang.

Diskusi di stand berlangsung hangat dan interaktif. Fika, staf ahli Planetarium, bersama Nor Kholis memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang ilmu falak dan astronomi, berbagai kegiatan edukasi yang dikembangkan Planetarium & Observatorium, serta bagaimana bidang tersebut dipelajari secara akademik di lingkungan UIN Walisongo.

Pengunjung juga mendapatkan gambaran bahwa ilmu falak tidak hanya berbicara mengenai hilal atau penentuan awal bulan Hijriah. Bidang ini memiliki keterkaitan luas dengan astronomi, pengamatan langit, arah kiblat, waktu salat, gerhana, kalender Hijriah, hingga perkembangan teknologi instrumentasi astronomi.

Dari percakapan yang awalnya sekadar rasa penasaran terhadap aktivitas di stand, diskusi kemudian berkembang pada pertanyaan mengenai kuliah di UIN Walisongo. Ketertarikan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pameran tidak hanya berfungsi sebagai ruang promosi, tetapi juga mampu menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat keunggulan akademik universitas.

Kepala Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., mengaku senang atas respons tersebut. Menurutnya, ketika masyarakat datang karena tertarik dengan astronomi kemudian ingin mengetahui lebih jauh tentang pendidikan di UIN Walisongo, hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi publik mampu memberikan dampak yang lebih luas.

“Alhamdulillah, tentu kami sangat senang. Awalnya masyarakat datang dan bertanya tentang astronomi serta ilmu falak. Setelah mendapatkan penjelasan dari tim, ternyata muncul ketertarikan untuk mendaftarkan putra-putrinya kuliah di UIN Walisongo. Bagi kami, ini merupakan dampak positif yang sangat berarti,” ujar Arif Royyani.

Ia menambahkan, keikutsertaan Planetarium dalam pameran MTQ Nasional memang diarahkan tidak sekadar untuk mengenalkan fasilitas Planetarium, tetapi sekaligus memperkenalkan UIN Walisongo sebagai perguruan tinggi Islam yang memiliki perhatian kuat terhadap pengembangan sains, astronomi, dan integrasi keilmuan.

Menurut Arif, Planetarium memiliki posisi strategis sebagai wajah edukasi publik UIN Walisongo. Melalui astronomi yang menarik bagi berbagai kalangan, masyarakat dapat mengenal lebih jauh kampus, program pendidikan, riset, serta berbagai aktivitas akademik yang dikembangkan universitas.

 “Planetarium bisa menjadi pintu masuk. Orang mungkin awalnya tertarik karena planet, teleskop, hilal atau fenomena langit. Dari situ mereka kemudian mengenal ilmu falak, mengenal UIN Walisongo, bahkan akhirnya tertarik menjadikan UIN Walisongo sebagai pilihan studi bagi anak-anaknya,” tambahnya.

Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bahwa promosi perguruan tinggi tidak selalu harus dilakukan melalui pendekatan konvensional. Pengalaman langsung, dialog dengan masyarakat, demonstrasi sains, serta pelayanan yang ramah dan informatif dapat membangun ketertarikan yang lebih kuat.

Dalam pameran MTQ Nasional XXXI, Stand Planetarium & Observatorium UIN Walisongo memang dirancang sebagai ruang yang interaktif. Pengunjung dapat bertanya secara langsung mengenai astronomi, planet, teleskop, hilal, gerhana, ilmu falak dan berbagai fenomena langit. Sejumlah souvenir juga disiapkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang aktif bertanya dan mengikuti kegiatan edukasi di stand.

Bagi UIN Walisongo, ketertarikan seorang orang tua untuk mendaftarkan anaknya setelah berdialog di stand menjadi cerita sederhana namun penting. Hal tersebut memperlihatkan bahwa edukasi astronomi dapat berkembang menjadi promosi akademik yang alami, substantif, dan berbasis pengalaman langsung.