
Borong Penghargaan! Tim Debat FSH UIN Walisongo Sabet Juara 1 dan Best Speaker di Law Action 2026
UIN Walisongo Online, Semarang – Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dan Best Speaker dalam Kompetisi Debat Hukum Mahasiswa Law Action Legal Debate Competition 2026 yang diselenggarakan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), 14/10/2016.
Prestasi tersebut diraih oleh tiga mahasiswa, yakni Muhammad Adib Shofiyullah dan Ratna Nimas Ayu dari Program Studi Ilmu Hukum (IH) angkatan 2024, serta Bagas Ardiyanto dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) angkatan 2024. Dalam kompetisi tersebut, Ratna Nimas Ayu juga berhasil meraih penghargaan Best Speaker atas kemampuan dan performanya selama debat.
Kompetensi debat tersebut mengangkat tema yang cukup menarik “MBG: Makanan Bergizi atau Masalah Baru? Menguji Tanggung Jawab Negara atas Ketahanan Pangan”. Melalui tema tersebut, mahasiswa ditantang untuk membangun argumentasi berdasarkan perspektif hukum, menganalisis kebijakan publik, serta mengemukakan pandangan secara logis dan sistematis.
Dekan FSH UIN Walisongo Semarang, Dr. Tolkah, M.A., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian para mahasiswa. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FSH memiliki potensi dan kemampuan untuk bersaing serta meraih prestasi di tingkat kompetisi antarmahasiswa.
“Alhamdulillah, rasa syukur kami panjatkan atas prestasi yang kembali diraih oleh mahasiswa FSH UIN Walisongo. Selamat kepada para mahasiswa yang telah mengharumkan nama fakultas. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Wakil Dekan III FSH UIN Walisongo, M. Harun, turut menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan tim debat tersebut.
“Terima kasih kepada para dosen pembimbing yang telah mendampingi serta melatih talenta juara mahasiswa. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu dosen yang senantiasa membekali mahasiswa dengan ilmu, bimbingan, dan keteladanan. Mabruk, alf mabruk. Semoga prestasi ini menjadi awal dari keberhasilan-keberhasilan berikutnya,” tuturnya.
Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pembinaan dan pendampingan dalam mengembangkan potensi mahasiswa, khususnya dalam bidang debat hukum. Kompetisi debat tidak hanya mengasah penguasaan materi hukum, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, menyampaikan pendapat secara sistematis, serta merespons pandangan lawan secara tepat.
FSH UIN Walisongo berharap capaian tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan nonakademik, aktif mengikuti kompetisi, serta membawa nama baik fakultas dan universitas di berbagai ajang prestasi.