Berita Duka: H. Nawawi, S.H., Tokoh Perintis dan Saksi Sejarah Pendirian UIN Walisongo Semarang Tutup Usia

UIN Walisongo Online, Semarang – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Duka mendalam menyelimuti keluarga besar UIN Walisongo Semarang dan masyarakat Jawa Tengah. Salah satu putra terbaik, tokoh perintis, dan pendiri utama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo—yang kini bertransformasi menjadi UIN Walisongo Semarang—Bapak H. Nawawi, S.H., telah berpulang ke rahmatullah pada Selasa, 7 Safar 1448 H / 21 Juli 2026 M di Semarang.

Almarhum yang semasa hidupnya terakhir mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah tersebut disemayamkan di rumah duka, Jalan Nangka Barat, Semarang.

Rektor UIN Walisongo: Beliau Adalah Pondasi Dari Pohon Rindang Kampus Ini

Mewakili seluruh sivitas akademika, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyampaikan rasa duka cita yang amat mendalam atas kepergian sosok pejuang pendidikan Islam bersejarah tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Berita duka ini membawa kesedihan yang mendalam bagi seluruh keluarga besar UIN Walisongo Semarang. Kita telah kehilangan seorang founding father, pejuang tangguh yang dengan keikhlasan dan pandangan jauh ke depannya meletakkan batu pertama berdirinya kampus ini,” ujar Prof. Musahadi.

“Almarhum Bapak H. Nawawi, S.H. bukan sekadar perintis, melainkan pondasi awal dari pohon rindang bernama UIN Walisongo Semarang yang hari ini menaungi puluhan ribu mahasiswa dan terus berkiprah di kancah internasional. Perjuangan beliau bersama para senior pada dekade 1960-an adalah warisan ilmu dan amal jariyah abadi yang tak akan pernah padam. Kami berkomitmen untuk terus menjaga visi mulia yang telah beliau titipkan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkan almarhum di tempat termulia di sisi-Nya,” tutur Rektor.

Kiprah Panjang Merintis IAIN Walisongo

Jejak langkah H. Nawawi, S.H. tercatat tinta emas dalam sejarah pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Pada akhir dekade 1960-an, beliau merupakan bagian dari komite krusial yang merumuskan dan memperjuangkan lahirnya fakultas-fakultas keagamaan di Semarang.

Beberapa poin penting perjalanan sejarah beliau meliputi:

Arsitek Perintis Fakultas Syariah (1966). Pada Desember 1966, saat berstatus sebagai pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Tengah, beliau secara resmi ditunjuk menjadi anggota komite perintis bentukan Drs. Soenarto Notowidagdo. Bersama tim, beliau menyusun cetak biru (blueprint) akademik dan administrasi demi menghadirkan Fakultas Syariah pertama di Semarang.

Konsolidasi dan Deklarasi Institusi (1970). Beliau berkolaborasi erat dengan tokoh-tokoh penting seperti Karmani, S.H., Drs. H. Masdar Helmy, serta para ulama Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah. Hasil dari diplomasi dan kerja keras tersebut membuahkan integrasi fakultas-fakultas keagamaan di Semarang, Salatiga, dan Kudus hingga IAIN Walisongo resmi berdiri pada 6 April 1970.

Saksi Sejarah Terakhir. Bersama H. Saliyun Mohammad Amir, H. Nawawi, S.H. merupakan salah satu dari dua tokoh pendiri yang hidup paling lama untuk menyaksikan transformasi pesat IAIN Walisongo menjadi UIN Walisongo seperti sekarang ini.

Pengabdian Tanpa Henti

Hingga akhir hayatnya, almarhum H. Nawawi, S.H. tidak pernah berhenti mengabdi untuk umat. Dedikasi beliau terus berlanjut melalui peran aktifnya di YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah sebagai Sekretaris Umum, menjaga syiar Islam dan pelayanan sosial keagamaan di jantung Kota Semarang.

Keluarga besar UIN Walisongo Semarang mendoakan semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala kekhilafannya, dilipatgandakan pahala amalnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.